Londrin
Aplikasi jemput antar laundry sesuai permintaan
Frontend Engineer + Project Manager | Maret 2026 sampai sekarang | React Native Expo, Next.js, Youtrack, Tailwind, Rest API, State Management
Aplikasi jemput antar laundry sesuai permintaan pelanggan.
KRISPAY melayani orang yang bersedia datang langsung ke cabang. Perusahaan ingin menjangkau kelompok lain, yaitu orang-orang yang memang tidak sempat mencuci sendiri, sehingga dibutuhkan produk baru yang bisa menerima pesanan dari mana saja, bukan sekadar versi lain dari sistem self-service.
Satu pesanan melibatkan tiga pihak sekaligus, yaitu pelanggan, kurir, dan cabang, dan masing-masing bisa terhambat karena alasan yang berbeda. Kurir bisa datang sebelum pelanggan siap, cabang bisa mendapati cucian lebih berat dari perkiraan sehingga harga berubah, atau cucian sudah selesai tapi belum ada kurir yang bisa mengantar. Sistem perlu menjaga agar status satu pesanan tetap konsisten di mata ketiga pihak tersebut.
Pesanan bisa macet di titik yang beda-beda, tergantung siapa yang harusnya gerak duluan. Makanya saya bikin alur statusnya jadi tahapan yang jelas, bukan sekadar satu status "sedang diproses" yang bikin bingung sebenarnya pesanan berhenti di mana: menunggu diterima, dijemput, ditimbang dan diperiksa, dicuci dan dikeringkan, siap, sedang diantar, selesai. Alamat pengantaran juga saya kunci begitu pesanan dibuat, karena kalau dibiarkan berubah di tengah jalan, ongkos kirim dan cabang yang sudah ditentukan ikut berantakan. Pelanggan yang salah ketik alamat jadi terpaksa batal dan pesan ulang, tapi itu masih lebih baik daripada pesanan jalan terus dengan harga yang sudah tidak sesuai.
Berat cucian yang sebenarnya baru ketahuan setelah ditimbang di cabang, padahal pelanggan sudah dapat perkiraan harga dari awal. Jadi kalau ternyata beratnya lebih, aplikasi akan minta persetujuan pelanggan dulu sebelum pembayaran final, biar mereka sendiri yang putuskan mau lanjut cuci atau tidak, bukan tiba-tiba kena biaya tambahan tanpa diberitahu. Alur pesanannya jadi nambah satu langkah dan kadang harus nunggu balasan pelanggan, tapi menagih lebih dari yang dijanjikan tanpa izin itu cara paling gampang bikin orang komplain di layanan yang harganya dihitung per kilogram begini.
Nyiapin armada kurir sendiri pas baru launching itu kurang masuk akal, wong volume pesanannya saja belum ketahuan. Jadi saya pakai GoSend untuk urusan jemput dan antar, bukan merekrut kurir sendiri. Karena ongkos kirimnya jadi tergantung jarak pelanggan ke cabang, saya bikin sistem yang otomatis mendeteksi cabang terdekat, bukan cuma nampilin daftar cabang lalu pelanggan disuruh menebak sendiri. Waktu jemput dan tarifnya jadi bergantung pihak ketiga, dan sistem butuh data lokasi cabang yang akurat di tiap pesanan, tapi bisa melayani area luas sejak hari pertama itu lebih penting ketimbang punya armada sendiri.
Pemilik cabang butuh cara mengatur layanan, voucher, dan stafnya sendiri, tanpa harus lapor ke kantor pusat tiap ada perubahan. Jadi saya bangun panel khusus untuk merchant supaya mereka bisa urus semuanya sendiri. Aturan hak aksesnya harus dirancang hati-hati, biar perubahan yang dibuat satu merchant tidak pernah nyasar ke data merchant lain.
- -Alur pesanan tujuh tahap yang tetap konsisten di sisi pelanggan, kurir, dan cabang
- -Tiga peran pengguna dalam satu sistem: pelanggan, kurir mitra, dan merchant
- -Terintegrasi dengan Midtrans untuk pembayaran dan GoSend untuk jemput antar
- -Pemilik merchant bisa mengatur layanan, voucher, dan staf mereka sendiri
- -Saya yang merancang rencana fitur dan alur produknya, sekaligus membangun sisi aplikasinya
Produk ini baru saja rilis, jadi ukuran keberhasilan yang jujur sekarang bukan soal skala, tapi seberapa lengkap alurnya sudah jalan. Ke depan saya mau cari opsi pengiriman yang lebih murah daripada GoSend sejak awal, soalnya ongkos kirim itu komponen harga terbesar yang paling susah saya tekan sendiri. Saya juga pengin lebih dulu tanya ke calon pengguna soal apa yang mereka butuhkan, sebelum menentukan fitur, daripada membangun berdasarkan tebakan lalu diperbaiki belakangan setelah rilis.